tambang-diduga-rusak-makam-umum-di-sinjai-ini-klarifikasi-pengusaha-1

Tambang Diduga Rusak Makam Ijmal di Sinjai, ini Keterangan Pengusaha

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

AKURATNEWS semrawut Sejumlah warga keluhkan aksi tambang galian C, dengan diduga merusak fasilitas wadah pemakaman umum di Desa Baccara, Desa Tongke-tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Selasa (8/6/2021).

Warga mengeluh lantaran aktivitas tambang dengan dilakukan oleh pengusaha, menimbulkan longsor pada sejumlah makam yang tepat berada didekat lokasi tambang.

Rola Suryanama selaku perwakilan warga kemudian protes serta meminta instansi terkait menahan aktivitas pengusaha tambang. Makin menurutnya, penambangan tersebut diduga tidak memiliki izin.

Terpisah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sinjai melalui Kepala Seksi Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan, Zainal yang ditemui terkait persoalan penambangan tersebut, mengaku telah meninjau tepat dampak penambangan dimaksud.

“Setelah melihat kondisinya di lapangan, kami dasar menemukan ada teknis penambangan yang tidak sesuai berupa kedalaman, dan pengikisan lereng bukit penambangan hingga berpengaruh ada dampak yang muncul, ” ungkapnya.

Zainal menuturkan bahwa pihaknya ke lokasi sebagai bentuk tanggungjawab, sebab izin sebelumnya telah dikeluarkan DLHK Sinjai pada 2018 lalu.

“Kalau soal kerelaan dari lingkungan hidup, ada kami terbitkan di tahun 2018. Setelah mengecek pada lokasi tadi, maka ada beberapa catatan atau rekomendasi dikeluarkan untuk menjadi menjawab pihak pengusaha tambang, ” bebernya.

Sementara pengusaha tambang PT. Tamara Multi Karya Sinjai, Chaeril Anwar yang juga ditemui terpisah mengaku bahwa pihaknya sudah membicarakan hal itu dengan masyarakat di letak tambang, termasuk memperbaiki makam yang rusak.

“Harapan warga setempat jadi kami penuhi, misalnya menanggul antara area pekuburan & lokasi kami, ” sekapur mantan Anggota DPRD Sinjai ini.

Hanya saja Chaeril menegaskan bahwa dirinya tidak akan menutup usaha itu. Sebab usaha itu telah memiliki izin sebab Pemerintah Sulawesi Selatan yang menangani izin pertambangan.

“Yang penting asosiasi tidak meminta aktifitas terowongan kami ditutup, karena tempat kegiatan penambangan kami sudah ada izinnya, ” prawacana mantan politisi PKB Sinjai ini.

Sebelumnya, keluhan ini mengemuka sesudah perwakilan warga dari Koalisi Mahasiswa dan Pemuda (AMP) mendatangi Kantor DPRD Sinjai Senin (7/5/2021) kemarin.

Keluhan atau iktikad ini diterima langsung Bagian Komisi I DPRD Sinjai, yaitu Muhammad Wahyu, Hj. Nurbaya Toppo, dan Zahra Usman.

Menyikapi aspirasi, Muhammad Wahyu mengiakan akan menyampaikan ke pimpinan dan menindaklanjutinya dalam periode dekat. ***