Sekjen PBNU Respon Penangkapan Gus Sinar

Sekjen PBNU Respon Penangkapan Gus Sinar

Jakarta, Akuratnews. com – Laporan Pemimpin Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ustazah (PCNU) Kabupaten Cirebon Kiai Terhormat Hakim ke Bareskrim Polri berujung pada penangkapan penceramah Sugi Nur Rahardja atau dikenal Gus Sinar.

Kiai Aziz mengadukan Gus Nur terkait video ramah sosok kontroversial itu dengan ahli hukum tata negara Refly Harun yang diunggah ke YouTube, Minggu (18/10).

Dalam video bertitel Setengah Tanda Dengan Gus Nur , Isinya Kritik Pedas Semua itu ada kata-kata yang dianggap menghina NU. Gus Nur mengibaratkan NU dengan bus umum.

Penangkapan Gus Nur tersebut ditanggapi sejumlah bagian, salah satunya adalah Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini yang mengapresiasi Polri.

Menurut Helmy, Gus Nur sudah sejak lama melontarkan ujaran kebencian terhadap NU.

“Pada tahun 2019, keluarga besar NU telah mengadukan Sugi Nur atas penghinaan pada NU, di tahun 2020 dia kembali mengulanginya, ” ujar Helmy, Sabtu (24/10).

Tempat juga menuturkan, semestinya seorang orator bisa berbicara santun. Namun, Gus Nur dalam pandangan Helmy justru berceramah dengan mengumbar caci nista, kebencian bahkan fitnah.

“Sebagai seorang penceramah, sudah menjelma keharusan untuk menyampaikan pesan-pesan secara santun, bukan dengan bahasa kritik maki, bahkan fitnah dan menebar kebencian, ” lanjutnya.

Walakin, PBNU menyerahkan sepenuhnya cara hukum terhadap Gus Nur kepada Polri. Oleh karena itu PBNU menghormati proses hukum yang berlaku.

Helmy pun mengimbau dan meminta nahdiyin tidak terprovokasi. PBNU meminta nahdiyin tidak melaksanakan hal-hal yang berada di sungguh koridor hukum.