Rp95 Miliar Dibawa Kabur Mafia Tanah, 15 Korban Melapor Kemenkopolhukam dan Komisi III DPR

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Puluhan orang ini mengaku ditipu seseorang bernama Agus Hartono dengan modus berlagak membeli tanah dengan menganjurkan uang muka (DP) terlebih dahulu.

Setelah memberi DP, pihak Agus Hartono meminta sertifikat dengan alasan akan dibalik tanda.

Namun, setelah korban melakukan tanda tangan, sertifikat diduga dimasukkan ke bank dan dijadikan jadi jaminan untuk melakukan pinjaman dana ke bank.

“Dia menjaminkan substansi milik korban dengan sistem mark-up di sejumlah bank di Jawa Tengah kaya Mandiri, BJB, BRI Agro dan Muamalat dengan poin pinjaman yang sangat bervariatif, ” beber kuasa adat 15 korban, Lukmanul Ketua di Jakarta, Kamis (29/4).

Dari penuturan para korban, lanjut Lukmanul, sertifikat beralih nama ke Agus Hartono setelah sebelumnya diminta dengan berbagai alasan, mulai untuk pengecekan surat, hingga ada yang diminta tapak tangan di atas kertas kosong.

“Setelah dibalik nama dan dimasukkan ke bank dengan debitur perusahaan milik Agus Hartono, di mana saat ini semua kreditnya macet, negeri klien kami sudah masuk dilelang, sedangkan semua perusahaan yang digunakan untuk mengajukan kredit sudah dipailitkan, ” jelasnya.

Kasus ini sebenarnya sudah dilaporkan ke Polresta Semarang serta Polda Jawa Tengah. Namun laporan tersebut dihentikan secara alasan kurang cukup keterangan.

“Laporan ke polisi sudah dilakukan di 2018. Ironisnya, salah satu korban pelapor bernama Widagdo Sudharto, pengaduannya di SP3 dan malah dijadikan tersangka. Korban lainnya atas tanda Ridwan Raharjo, LP dalam 2019 stagnan, ” tegasnya.

Korban mafia tanah sejak sejumlah daerah di Jawa Tengah yang diduga menjelma korban penipuan.

Para korban pun mengalami kerugian yang pas fantastis, yakni mencapai Rp95 miliar dari total kesusahan seluruh korban dengan umum tanah berbeda-beda.

“Saya saja dirugikan sekitar Rp20 miliar, padahal itu tanah warisan. Belum sedang ada pemilik tanah yang sakit-sakitan dan butuh bea berobat sekarang, ” ujar Nanung, perwakilan satu diantara target.

Menyikapi mandegnya proses hukum bagi kasus ini, korban, ujar Lukmanul akan melaporkan kasus itu ke Bareskrim Mabes Polri, Kemenkopolhukam dan Komisi III DPR.

“Kami minta aktor utama urusan ini yakni Agus Hartono diproses secara hukum, karena sampai saat ini dia tak tersentuh dan hangat anak buahnya/suruhannya yang diproses, ” tegas Lukmanul.