Raka Kelana: Diketuai Masnuh, Kemenangan ‘Sidoarjo Berkelas’ Kian Jelas

Raka Kelana: Diketuai Masnuh, Kemenangan ‘Sidoarjo Berkelas’ Kian Jelas

Sidoarjo, Akuratnews. com – Meski, pilkada Sidoarjo hangat akan digelar 9 Desember 2020 mendatang. Namun, peluang paslonkada yang diusung PDI-P dan PAN, beserta didukung enam parpol nonparlemen (Hanura, Perindo, PBB, PKPI, Berkarya & Gelora Indonesia), H. Kelana Aprilianto (Mas Kelana) dan Dwi Astutik (Bunda Astutik) sebagai calon Tumenggung dan Wakil Bupati Sidoarjo 2021-2024 untuk memenangkan pilkada semakin tampak jelas.

Hal itu terlihat, seusai Mas Kelana menemui pengusaha terkemuka yang pernah jadi orang kepercayaan tokoh Nasional/mantan Presiden ke-4 RI, (alm) KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan juga mantan Ketua Pemenangan Khofifah-Emil Dardak di Pilgub Jatim 2018, H. Masnuh, bertempat di kediamannya, Ngingas, Waru, Sidoarjo, Sabtu (19/9/2020) pekan morat-marit.

Walhasil, Masnuh menyatakan kesediaannya sebagai ketua tim pemenangan paslonkada berakronim ‘Sidoarjo Berkelas’ (=Sidoarjo Bersama Kelana-Astuti) yang maju dalam kontestasi politik, pilkada Sidoarjo 2020 itu.

“Alhamdulillah, Masnuh siap jadi ketua tim pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Kelana-Astuti, ” perkataan Mas Kelana.

Nah, menurut Mas Kelana, apa dalil Masnuh bersedia menjadi ketua awak pemenangan ‘Sidoarjo Berkelas’? Akuratnews. com memaparkannya sekilas dalam tulisan seimbang ke-96 ini.

Dikemukakan Mas Kelana, kesediaan Masnuh jadi ketua tim pemenangan itu, didasari 12 kali pertemuan dia berhubungan seluruh simpul dan akar rumput (para relawan Khofifah-Emil Dardak dalam Pilgub 2018), memutuskan sepenuhnya buat memberikan dukungan dan memenangkan ‘Sidoarjo Berkelas’.

“Tadinya, sebelas kali pertemuan saya bersama seluruh simpul dan ‘grassroot’ (akar rumput) masih lonjong-lonjong, lalu pada pertemuan ke-12 ini, secara bulat diputuskan, kita mendukung dan memenangkan Kelana-Astutik, ” katanya menirukan Masnuh.

Mas Kelana menambahkan, Masnuh selaku ketua tim pemenangan, akan menggerakkan masif akar rumput dan merangkul semua elemen masyarakat.

“Pilkada bukan hanya persaingan partai, tapi juga kekuatan bentuk dan gerakan masif grassroot, ” terangnya. (Bersambung)