Penanganan Banjir di Depok Tuai Pertimbangan Dari Kandidat Wawalkot Depok

Penanganan Banjir di Depok Tuai Pertimbangan Dari Kandidat Wawalkot Depok

Depok, Akuratnews. com – Penanganan banjir yang kerap terjadi diberbagai wilayah di Depok pasca diguyur hujan deras menuai kritik dari kandidat Wakil Pemangku Kota (Wawalkot) di Pilkada Depok 2020.

Kritik tersebut muncuat dari satu-satunya kandidat Wawalkot Depok 2020 – 2025 secara latar belakang insinyur teknik biasa Afifah Alia lantaran upaya pengerjaan banjir dinilai sangat tak maksimal.

“Penanganan banjir sangat tidak maksimal bahkan terkesan tak dikerjakan dan yang dikerjakan cuma membuang anggaran, “ujar Afifah, Senin, (12/10/2020).

Menurutnya roman jika Anggaran Pendapatan Belanja Kawasan digunakan untuk hal yang sia-sia lantaran banyak saluran yang dikerjakan secara asal, tidak sesuai elevasi kali.

Depok, introduksi Afifah, selama ini belum pernah melakukan normalisasi kali secara utuh. Normalisasi kali selalu dilakukan dengan sebagian. Padahal kali tidak bisa diperlakukan seperti itu.

“Normalisasi perlu dilakukan secara lengkap. Kalau dikerjakan secara benar, tersedia titik banjir yang berkurang setiap tahunnya sehingga hanya hamburkan taksiran saja, “kata Afifah saat dihubungi Akuratnews. com.

Dia meyakini banjir akan bisa teratasi jangka waktu pada 10-15 tarikh selama dikerjakan zecara benar dan bertahab. “Saya yakin kita bisa atasi banjir di Depok, ” jelas Afifah.

Soal banjir, dirinya bahkan mengaku telah berikan kritik terhadap kerja Pemkot Depok sejak beberapa tahun berantakan. “Saya sudah mengkritik kerja Pemkot Depok sejak 10 tahun dengan lalu, ” ucap satu-satunya kandidat Wali Kota Depok yang wakili kaum hawa ini.

Tetapi memang, lanjut dia, Pemkot Depok tidak menepatkan Aparatur Sipil Negara pada tempatnya. Contohnya tersedia ASN berlatarbelakang sarjana ekonomi dengan diberi jabatan bidang teknis jadi Kepala Seksi di DPUPR.

“Nanti saya akan bakal secara utuh bagaimana anggaran dibuang untuk proyek yang seharusnya tidak dilakukan, ” pukas Afifah.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Dadan Rustandi saat dikonfirmasi terkait banjir via pesan whats app semenjak siang hari hingga berita ini ditayangkan masih belum berikan respon positif.

Seperti diberitakan, warga yang ada dibarbagai provinsi di Depok seperti Krukut, Limo, Perumahan Puri Cinere, Cinere, Tirta Mandala, Sukmajaya, Pasir Putih, Sawangan alami kebanjiran.

Berikutnya, langganan banjir terjadi di Pekerjaan Kampung Utan, dan Perumahan Batu Depok, Pondok Jaya, Cipayung, Timah Arif Rahman Hakim, Beji, Timah Margonda Rsya Depok Terakhir kali banjir terjadi saat Depok diguyur hujan deras pada 10 Oktober 2020 kemarin.