Pemkab Tangerang Akui Tak Mampu Bendung Massa di Haul Syekh Abdul Qodir Jaelani

Pemkab Tangerang Akui Tak Mampu Bendung Massa di Haul Syekh Abdul Qodir Jaelani

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Tangerang, Akuratnews. com semrawut Terjadinya kerumunan jamaah haji pada Haul Tuan Syekh Abdul Qodir Jaelani ke-62 di Ponpes Al-Istiqlaliyyah Cilongok. Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten pada Minggu (9/11/) lalu sempat menjadi viral dan pertanyaan banyak pihak mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, dirinya berhubungan unsur TNI dan Polru faktual telah berupaya dan berusaha untuk mengurangi adanya kerumunan maupun susunan masa yang akan menghadiri agenda haul di Cilongok.

“Sejak awal Pemerintah Kabupaten Tangerang  (Pemkab) telah mengundang pihak panitia acara haul tersebut dan terus berkoordinasi dan berkomunikasi terkait rencana penyelenggaraan haul agar tidak mengundang unsur dari luar, hanya lingkungan santri dan keluarga serta seruan VVIP saja, ” ujar Zaki dalam keterangannya bersama pimpinan FORKOPIMDA di Tangerang, Senin (30/11).

“Acara haul diadakan memang rutin setiap tahun, dan hamba memang selalu diundang, tapi tarikh ini tentu ada ketentuan karena tengah masa pandemi Covid-19. Di dalam tanggal 17 November 2020, beta dapat undangan haul, ” sendat Zaki

Mendapati undangan tersebut, pihaknya melakukan pemanggilan kepada panitia dengan agenda menjelaskan kedudukan penyebaran Covid-19 secara terkini dalam Kabupaten Tangerang.

“Kita panggil dan jelaskan kalau saat ini wilayah Kabupaten Tangerang sedang didalam zona oranye Covid-19. Berantakan, kita minta ditunda. Disana, sempat terjadi argumentasi hingga muncul dua opsi, ditunda acaranya atau dibatasi, ” tuturnya.

Lalu, dilakukan rapat awal itu dilanjutkan pertemuan antara pihak Pemerintah Kawasan Kabupaten Tangerang dan Polres Kota Tangerang ke Pemerintah Provinsi & Polda Banten.

Pada Tanggal 18 November 2020, tim Satgas menemui Gubernur Banten bergandengan dengan Kapolda Banten di sendi dinas Gubernur Banten, disana tim Satgas sampaikan dua opsi itu.

Selanjutnya pada tanggal 19 November 2020, tim Satgas kembali menggelar rapat yang serupa dihadiri pihak panitia, disana kita sampaikam dua opsi, dan itu memilih yang dibatasi dengan suara 1. 500 jamaah.

Dari sana, pihaknya membuat rencana, dengan pembatasan kapasitas khusus santri dan orang tua, hingga imbauan kepada jamaah lainnya untuk tak hadir di acara tersebut dan diminta menyaksikannya melalui media baik.

Lalu, polisi serupa menggelar penyekatan di 12 bintik dimana hal itu ditujukan buat menghalau massa yang memaksa muncul. Namun nyatanya, hal-hal itu tidak bisa membendung masuk jamaah ke lokasi.

“Kita telah melakukan upaya-upaya, dan nyatanya tidak dapat membendung hal tersebut, sebab masyarakat yang datang tidak hanya menggunakan kendaraan, tapi juga berjalan kaki, ” tukasnya.

Zaki melanjutkan, jauh-jauh hari Dasar tugas (Satgas) Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19 beserta unsur TNI, Polri dan lainnya sudah mengimbau jamaah haji untuk tidak datang langsung. Pokok, kegiatan itu juga dapat disaksikan atau diikuti melalui media baik dan stasiun televisi Banten TV serta live streaming YouTube.

Namun demikian, tingginya mengambil masyarakat, membuat kegiatan tetap didatangi. Meski begitu, Satgas Penanggulangan Covid-19 tetap berusaha memonitor kegiatan biar protokol kesehatan yakni menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan tetap berjalan.

“Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tangerang bersama Kapolda, Wakapolda, Kapolres dan Dandim beberapa kala membubarkan atau menegur jemaah yang berkerumun. Kami imbau mereka untuk jaga jarak, ” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolresta Tangerang, Ade Ary Syam Indradi memasukkan, sebagai anggota Satgas penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tangerang senantiasa berkomunikasi tetap satu sama lain dan dalam lapangan kita juga bersama-sama buat melakukan semua tahapan-tahapan edukasi lalu kita juga hadir di lapangan.

“Kami telah melaksanakan upaya sebelum Hari H, had proses-proses paksa yaitu pembubaran kemarin hingga melakukan penyekatan diberbagai macam penjuru untuk mengurangi masa yang datang, ” tandasnya.

Menurutnya, pihak kepolisian akan memanggil beberapa orang untuk dimintai keterangan terpaut adanya acara Haul yang dilaksanakan di Cilongok ini.