Nah Lho… Gedung DPR dan Isinya ‘Dijual’ di e-commerce

Nah Lho… Gedung DPR dan Isinya ‘Dijual’ di e-commerce

Jakarta, Akuratnews. com – Disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (UU) oleh DPR tak hanya berbuntut penolakan dan demonstrasi saja.

Di jagad maya, UNDANG-UNDANG Cipta Kerja ini juga dikritik habis-habisan oleh netizen. Tak hanya kritik pedas lewat kata-kata, pertimbangan juga dilayangkan dengan ‘menjual’ gedung DPR di sejumlah e-commerce.

Seperti terlihat di sebanyak platform e-commerce beberapa seller menjajakan gedung DPR beserta isinya.

Di sebuah akun, sang pemilik menjual gedung DPR dengan menulis “Gedung DPR MPR MENODAI Beserta Persetan di dalamnya”. Unggahan produk jualan satire ini dijual murah, hanya Rp5. 000.

Di beberapa platform e-commerce lain juga tercantum sejumlah akun yang menjual gedung DPR itu. Berbagai harga dicantumkan para seller, mulai dari Rp5. 000, Rp10. 000 hingga Rp99. 000.

Sejumlah platform e-commerce tampak sudah men-takedown ‘penjualan’ gedung DPR tersebut. Namun walau sudah di take down, para seller gedung DPR terus saja bermunculan. Masa satu seller hilang, tidak lama kemudian seller yang lain tampak lagi.

Bahkan salah satu seller bernama gamingilham31 menjual gedung DPR dengan harga Rp1. 000 seribu.

Di dalam keterangan produk, ia menuliskan “uang akan dikumpulkan dan didonasikan!!!! Kami akan kirimkan bukti donasi bila sudah terkumpul”.

Menyikapi hal ini, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar mengatakan, pihaknya tidak akan melaporkan hal ini ke polisi. Indra juga mengaku tidak akan mempersoalkan pemasaran tersebut.

Menurutnya, pemasaran Gedung DPR itu sebagai daripada lelucon yang merupakan bagian sejak pendewasaan masyarakat Indonesia.

Ia menyerahkan hal tersebut ke Kementerian Keuangan dan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti lebih jauh.

“Menurut saya, kepolisian yang harus mengambil tindak tegas. Tersebut kan milik negara. Jadi joke-joke semacam itu saya kira tidak pada tempatnya, ” kata Alat kepada wartawan, Rabu (7/10).