Masyarakat Disekitar Kilang Balongan Indramayu Tolak Lepaskan Tanah

Masyarakat Disekitar Kilang Balongan Indramayu Tolak Lepaskan Tanah

Indramayu, Akuratnews. com semrawut Masyarakat pemilik tanah yang terdampak pembangunan industri Petrokimia di Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu menuntut penukar rugi tanah dengan harga setara. Penawaran dari pihak Pertamina dinilai terlalu rendah dan tidak menguntungkan.

Melalaikan paguyuban warga terdampak, mereka akan menolak melepas tanahnya karena makna terlalu murah. Warga menuntut makna disesuaikan dengan pembebasan tanah buat industri sejenis yang berada di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

“Tanah kita dihargai separuh dari harga pembebasan tanah di Tuban. Ini jelas tidak setimbal. Kami menolak jika harga sungguh-sungguh murah, ” tutur Sugono, agen dari warga terdampak.

Melihat gelagat harga tanah tak sesuai, warga menghimpun diri dalam paguyuban. Tuntutannya ialah harga desa disamakan dengan yang diterapkan dalam Tuban.

“Kita nuntut agar disamakan dengan Tuban, ” tuturnya didampingi Ujang Saefurahman, carik Desa Sukareja, Balongan yang pula mewakili warga terdampak.

Warga tengah minta perlindungan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat. Rencananya, mereka akan mengadu ke dewan dan menyampaikan tuntutan perkara harga tanah.

“Kita juga sudah kirim surat ke berbagai pihak. Ke Pertamina, kementrian, gubernur termasuk ke badan pertanahan, ” tutur dia.

Standar Tuban

Sugono mengungkapkan perbedaan harga antara Tuban dan Balongan, Indramayu. Untuk Tuban, tanah darat kategori A dihargai Rp 1. 200. 000 per meter persegi (m2), kategori B (tanah sawah samping jalan) Rp 860. 000/m2 dan C (sawah di dalam) Rp 675. 000/m2.

Namun di Balongan yang ditawarkan jauh lebih rendah. Untuk kategori A Rp 700. 000/m2, B Rp 400. 000/m2 dan C Rp 230. 000/m2.

“Jadi jauh lebih murah. Kita menimbulkan standar harga Tuban, ” tutur Sugono.

Proyek Petrokimia Balongan rencananya dibangun tahun 2023. Membutuhkan lahan mencapai sekitar 300 hektare lebih.

Rencana yang merupakan perluasan dari Pabrik Balongan ini, memiliki nilai investasi mencapai Rp 100 triliun. Rencananya mega proyek peningkatan kapasitas kilang yang dikelola Pertamina Refinery Unit 6 Balongan ini didanai oleh investor Taiwan dan Abu Dhabi. *