Mangkrak 14 Tahun, Ini Alasan BPH Migas Kaji Ulang Proyek Pipa Transmisi Cirebon-Semarang

Mangkrak 14 Tahun, Ini Alasan BPH Migas Kaji Ulang Proyek Pipa Transmisi Cirebon-Semarang

Jakarta, Akuratnews. com kacau Setelah mangkrak 14 tahun, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengkaji ulang proyek pipa transmisi ruas Cirebon-Semarang.

Hal ini dilakukan, setelah PT Rekayasa Industri (Rekind) memastikan mundur sudah memenangkan lelang 14 tahun berantakan.

“Mengacu rapat komisi, pada keputusan tersebut, kami mengesahkan BPH Migas menugaskan direktur udara bumi untuk melaksanakan kajian, pada waktu maksimal satu bulan sejak 12 Oktober untuk kajian itu dikoordinasikan terutama kepada Kementerian ESDM, ” ujar Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa saat konvensi pers Proyek Pipa Transmisi Ruas Cirebon-Semarang di kantor BPH Migas, Jakarta, Rabu (14/10).

Selanjutnya, setelah satu bulan, tersedia keputusan bersama yang bisa diterima, termasuk sejumlah pilihan akan keberlanjutan proyek tersebut.

“Jika mengacu peraturan BPH Migas, ini mestinya ditawarkan kepada pemenang ke-2 dan ketiga pada 2006. Kita sudah melihat peluang dengan capex yang sama dan toll fee itu juga impossible, ” membentangkan Fanshurullah.

BPH Migas kemungkinan akan melakukan lelang dengan batasan tertentu, dimana panitia lelang akan melibatkan banyak pihak. Berangkat dari tim BPH Migas, Kementerian ESDM, hingga bisa juga membabitkan Kementerian Keuangan.

“Betul-betul panitia bersama, bukan hanya BPH Migas. Ini bisa membentuk body contest, kepada seluruh badan cara, ” jelasnya.

Konferensi pers Proyek Pipa Transmisi Ruas Cirebon-Semarang di biro BPH Migas, Jakarta, Rabu (14/10).

Di kesempatan yang sama, Direktur Gas Bumi Sentot Harijady mengatakan akan dilakukan kupasan supply and demand, berdasarkan tekno ekonomi. Nantinya kajian akan melibatkan stakeholder terkait kementerian ESDM, Dirjen Migas, Bappenas dan semua dengan berkaitan dengan proyek ini.

“Apabila hasil putusan kupasan, apakah dilakukan lelang, atau nanti dilakukan dikembalikan kepada pemerintah tersebut nanti kita lihat hasilnya dengan akan datang. Kami mengharapkan sandaran dari stakeholder terkait untuk support apa yang jadi upaya BPH MIgas terutama percepatan pembangunan buku Cirebon-Semarang, ” pungkasnya.

Sebelumnya, PT Rekayasa Industri (Rekind) memutuskan mundur dari proyek pipa transmisi gas ruas Cirebon-Semarang sesudah memenangkan lelang sejak 14 tarikh lalu, yakni pada 2006.

SVP Corporate Secretary & Legal PT Rekind, Edy Sutrisman mengatakan perusahaan memutuskan mundur sebab nilai keekonomian proyek sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi saat ini.

Biaya mengangkat (toll fee) yang ditetapkan BPH Migas sebesar US$ 0, 36 per MMBTU pada 2006 redup dinilai sudah tidak layak (feasible) untuk dijalankan saat ini.

“Karena keekonomiannya sudah tak sesuai lagi dengan kondisi saat ini. Harga toll fee US$ 0, 36 per MMBTU yang kami tawarkan di tahun 2006, 14 tahun lalu, sudah betul tidak feasible untuk dijalankan, ” ujarnya.