majelis-hakim-tolak-dakwaan-oditur-militer-terhadap-peltu-fauzi-1

Mahkamah Hakim Tolak Dakwaan Oditur Militer Terhadap Peltu Fauzi

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

AKURATNEWS – Indah hakim Pengadilan Militer III-12 Surabaya, menolak dakwaan oditur Militer terhadap Pembantu Letnan Satu (Peltu) M. Fauzi.

Peltu M. Fauzi yang merupakan bagian Kodim 0830 Surabaya Mengadukan, oleh oditur Militer, Kolonel Laut Ediyanto Kesumo. S. H., M. H, didakwa dengan pasal 266 ayat (1) atau 266 ayat (2) KUHP dan pasal 167 KUHP.

Dimana Peltu M. Fauzi dianggap telah melakukan tindak pidana pemalsuan Surat Ikatan Perjanjian Ikatan Jual Kulak dan Surat Kuasa Menjual, serta penyerobotan tanah seluas  1, 5 hektar, dengan berada di Kelurahan Bukit Anyar Tambak Surabaya.

Namun dalam sidang putusan sela, pada Senin (26/4/21) majelis hakim yang diketuai oleh Letkol CHK (K) Farma Nihayatula, S. H, memutuskan menolak dakwaan oditur militer dalam urusan nomor 32 K/PM. III-12/AD/III tersebut.

“Setelah menimbang, dan melihat keterangan dipersidangan. Maka majelis ketua menjatuhkan putusan sela, menolak surat dakwaan oditur tentara, terhadap terdakwa Peltu M. Fauzi, ” kata ketua Majelis Hakim.

Majelis hakim berpendapat, tulisan dakwaan yang disusun Oditur Militer melanggar ketentuan pada pasal 130 ayat (2) Undang – undang 31 tahun 1997 tentang Kehakiman Militer.

“Yang menjadi pertimbangan putusan sela ini adalah, surat dakwaan oditur militer, disusun dengan tidak cermat, lengkap dan teliti. Tidak sesuai dengan pasal 130 ayat (2) Undang – undang 31 tahun 1997 tentang Kehakiman Militer, ” tambah Pemimpin Majelis Hakim, Letkol CHK (K) Farma Nihayatula, S. H.

Tengah itu, Antonius Youngky Ardianto, S. H., penasehat kaidah terdakwa berpendapat, bahwa kesimpulan majelis hakim untuk menolak dawaan oditur, sudah benar.

“Dengan putusan sela ini terbukti, bahwa memang oditur militer tak mampu menyusun dakwaan secara cermat, lengkap dan teliti. Sehingga membuat dakwaan menjelma kabur, ” kata adjuster dari kantor hukum AWS & Patners itu.

“Selain itu, tulisan perjanjian jual beli & kuasa menjual yang dibuat dihadapan notaris dedy wijaya belum pernah dibatalkan, ” tambah pria yang familier disapa Youngky tersebut.

Perlu diketahui, tulisan yang diduga palsu dalam dakwaan tersebut adalah Surat Perjanjian Ikatan Jual Beli nomor 203 dan Surat Kuasa Menjual nomor 204 tertanggal 13 Mei 2013, yang dibuat dihadapan Notaris Dedi Wijaya, S. H., Mkn.