Lekas Tiba, Asa Manis Kopi Bintuni

Lekas Tiba, Asa Manis Kopi Bintuni

Teluk Bintuni, Akuratnews. com – Banyak yang menyebut, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat merupakan wilayah yang kaya dengan bervariasi potensi alam.

Apalagi, dari kultur masyarakat asli Daerah Sisar Matiti yang gemar bertanam palawija itu, tersimpan potensi perkebunan yang luar biasa.

Kabupaten yang memiliki luas 20. 841 km2 ini masih memiliki banyak lahan tidur yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat langsung.

Bupati Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiw, MT di dalam audiensinya pada masyarakat akhir pasar ini menyatakan, potensi ini bisa menjadi efek berantai untuk memenuhi visi misi Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, yakni mewujudkan Teluk Bintuni yang maju, produktif, mandiri & berdaya saing.

“Pada perjalanan dinas yang saya lakukan ke Jakarta dan beberapa wilayah bulan kemarin, kami sempat bertukar pikiran semi-riset dengan beberapa pihak daripada beberapa fakultas pertanian untuk melihat potensi kebun kopi di Teluk Bintuni. Ternyata Teluk Bintuni tersebut bisa punya potensi untuk mempunyai varian kopi yang unik. Tapi nanti hal ini akan diriset lebih lanjut, ” ujar Petrus, Jumat (25/9).

Menurut Petrus, ada beberapa distrik di Teluk Bintuni yang cocok untuk dikonsentrasikan menjadi sentra dari produksi kopi istimewa Teluk Bintuni.

Ia melihat potensi perkebunan kopi itu sebagai upaya penyelarasan visi misi kabupaten, dengan potensi munculnya industri-industri baru di Teluk Bintuni, nantinya.

“Ke depan ini kan akan ada industri petrokimia dan lainnya di Teluk Bintuni. Nah potensi industri ini kami lihat ke depan akan menghasilkan Teluk Bintuni semakin ramai. Sebab ramainya Teluk Bintuni ini, tentunya harus dibarengi dengan munculnya sebuah potensi baru. Saya melihat pabrik kopi di Teluk Bintuni sebagai satu diantara potensi yang harus dimunculkan, ” imbuhnya.

Tumenggung Teluk Bintuni yang kerap disapa Piet ini mengatakan bahwa, potensi industri kopi bisa menjadi geliat ekonomi baru yang diselaraskan dengan perubahan demografi Teluk Bintuni nantinya, setelah industri Petrokimia dan yang lain mulai berdiri.

“Industri kopi di Indonesia, bahkan dunia ini kan dari dulu tak pernah mati. Bahkan sekarang begitu banyaknya warung kopi yang menjamur kan? Nah Bintuni ini punya potensi lahan yang bisa dimaksimalkan. Jika pandemi ini selesai, kita segera garap itu perkebunan buat melihat hasilnya. Doakan saja pandemi ini segera selesai. Nantinya potensi ini tentu akan menjadi geliat tersendiri. Misalnya dengan adanya perkebunan kopi, nanti coffee shop pula akan bertebaran di kabupaten ini untuk melayani potensi keramaian pada Teluk Bintuni akibat munculnya bervariasi industri di depan, ” katanya.

Ditambahkannya, industri salinan mulai dari perkebunan sampai pasca produksi ini tentu membutuhkan skill-skill baru.

“Ini dengan tadi saya bilang selaras secara pembangunan manusia di Teluk Bintuni. Nanti akan ada pelatihan, kita datangkan dari tenaga-tenaga ahli tentang tanaman kopi, juga coffee connoisseur (ahli tester kopi), juga peracik-peracik kopi atau barista baik itu lokal maupun luar Bintuni untuk melakukan transfer pengetahuan kepada kelompok di Teluk Bintuni, ” logat Piet.

Menurutnya, sebab industri kopi akan memunculkan 3 potensi profesi yang akan memaksimalkan pembangunan SDM di Teluk Bintuni. Ini merupakan potensi pengenalan wisata Teluk Bintuni.

“Jika transfer pengetahuan itu sudah berlaku, maka kita Teluk Bintuni, hendak punya potensi profesi baru. Lantaran pelaku-pelaku perkebunan kopi baru, pakar tester baru, barista-barista baru. Nah barista-barista dari Teluk Bintuni, tersebut akan kita sertakan pada perhelatan-perhelatan kopi di Indonesia dan dunia. Katakanlah mereka merupakan duta wisata dan duta kopi. Untuk mendatangkan varian kopi Teluk Bintuni. Itu memang butuh waktu, tapi kita bisa. Saya yakin kita mampu. Dengan partisipasi kita di medan perkopian Indonesia dan internasional, orang akan semakin mengenal Teluk Bintuni, ” ujarnya.

& dengan semakin dikenalnya Teluk Bintuni di ajang kopi ini, diharapkan pula bisa lebih memperkenalkan teristimewa tentang keindahan Teluk Bintuni yang lain, salah satunya hutan mangrove.

“Jadi ini paket lengkap. Bintuni bergeliat, bukan hanya sejak industri SDA tak terbarukan, tapi potensi palawija dan pariwisata serupa kita punya. Apalagi sekarang kita sedang bangun hotel bintang empat. Ini pas, sudah, ” lanjutnya.

Piet menutup audiensi dengan membawa masyarakat, terutama anak-anak muda Teluk Bintuni untuk jangan takut mencoba hal baru.

“Pemuda-pemudi Teluk Bintuni jangan takut membuktikan hal baru, misalnya jadi barista, atau ahli kopi yang bakal menjadi semacam guide untuk wisatawan yang ingin melihat perkebunan contoh kita nantinya di depan. Kita jangan cuma berharap jadi karyawan industri, tapi munculnya profesi-profesi hangat seperti peracik ini keren lho. Ya kita doakan pandemi itu supaya segera berakhir, agar potensi kopi ini bisa kita menyusun secepatnya, ” ujar Piet.

Oleh karenanya, masyarakat serupa diminta konsisten dan patuh di dalam protokol kesehatan agar pandemi Covid-19 ini segera berlalu.

“Ingat 3M, Memakai masker, Membasuh tangan, Menjaga jarak. Tuhan sayang Teluk Bintuni, ” pungkasnya.