last-man-standing-penghormatan-john-paul-ivan-untuk-almarhum-henry-1

Last Man Standing, Penghormatan John Paul Ivan Untuk Almarhum Henry

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Jakarta, Akuratnews. com-   Kepergiaan seseorang yang telah menjadi bagian kunjungan hidup selalu mengisahkan pilu, apalagi jika kebersamaan itu telah terajut dengan tertib begitu lama.

Berbagai  cara orang  untuk tetap mengenang kebersamaan itu selalu dilakukan, salah satunya lewat lagu.   Ritchie Blackmore mengenang kepergian Jon Lord koleganya di Deep Purple melalui sebuah lagak atau musik instrumen. Ia  mendedikasikan karyanya yang berjudul “Carry on Jon” buat Alm, Jon Lord kibordis Deep Purple.

Hal serupa juga dilakukan  oleh John Paul Ivan atau dekat disapa JPI. Ia  membaktikan karyanya untuk Hubert Henry Limahelu    koleganya dalam band Boomerang yang meninggal pada 24 April lalu, lewat lagu “Last Man Standing”.

Taat JPI lagu “Last Man Standing” ini sebetulnya telah diciptakan sejak lama, tadinya  untuk single band RI1 yang beranggotakan JPI (Gitar),   Roy Jeconiah (Vocal),   Fajar Satritama (Drum), dan Lie Andy (Bass).

“Lagu itu sebelumnya saya persiapkan buat single project band RI1 bersama Roy Jeconiah tahun 2012 silam,   tetapi dikarena  tidak ada respon lebih lanjut dari si vokalis jadi gagal direkam, kemudian  project band tersebut di tahun 2018 serupa bubar jalan. Lalu gaya ini saya rombak secara lyrik yang baru,   dan akan saya didedikasikan untuk almarhum  Hubert Henry   “, jelas JPI di Jakarta,   Selasa (11/05/21).

Bertambah lanjut JPI menambahkan bahwa lyrik dalam lagu tersebut merupakan sebuah gambaran bagaimana perjuangan Henry yang belum tersampaikan, namun  ajal keburu menjemput.

“ Lirik dalam lagu “Last Man Standing” ini adalah gambarkan saya terhadap  status dan kondisi terakhir Henry,   dimana pada era dia berusaha atau memperjuangkan sesuatu yang hendak dia lakukan, tapi akhirnya tak tersampaikan, karena ajal telah lebih dulu menjemputnya. Tetapi spirit semangatnya tak bakal pernah pudar dan bakal selalu digaungkan melalui karya-karya yang sudah pernah ada”, tambah mantan gitaris Boomerang yang sudah 15 tarikh bahu membahu bersama Almarhumah.

Dalam pengerjaan single “Last Man Standing” ini JPI menggandeng kaum teman musisi lainnya diantaranya Andi Babas (Vocal), Lie Andi (Bass) dan Pagi buta Satritama (Drum), serta Windy Saraswati (harmony Vocal).

Selain didedikasikan untuk Almarhum Henry, lagu “Last Man Standing” ini juga didedikasikan buat keluarga dengan ditinggalkan, serta    untuk fans dan pecinta karya-karya  band Boomerang dimanapun berharta.

Selanjutnya  single lagu “Last Man Standing” ini  dirilis pada 10 Mei 2021    secara platform digital. Kemudian distribusinya dipercayakan kepada  label Dapat Music. Hasil  dari royalty streaming dan youtube single Last Man Standing, akan di donasikan  untuk  puak Henry melalui istrinya  Louretta.

Dipilihnya Kamar Mei untuk merilis gaya Last man Standing tersebut tentu bukan tanpa dalih, sebab pada bulan Mei atau tepatnya tanggal 8 Mei adalah tepat keadaan jadinya Boomerang yang ke-27.

Ketika ditanya oleh  Voicemagz. com, kok judul lagunya “Last Man Standing?. JPI pun membaca.

” Ini sesuai dengan kenyataan yang ada, karena Henry ialah personil satu-satunya di band Boomerang setelah ditinggal oleh personil lainnya pada tahun 2020. Jadi Henry is The Last Man Standing”, tutup JPI. /Irish