Lama Rusak, Bendungan Kalamisu Luput Menghiraukan Pemerintah

Lama Rusak, Bendungan Kalamisu Luput Menghiraukan Pemerintah

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

Sinjai, Akuratnews. com – Sebanyak warga di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, bersusah payah memperbaiki Bendungan Kalamisu Kanan (Talentoa) yang jebol dan rusak parah sejak tarikh 2017 akibat banjir.

Perbaikan dilakukan sebab Bendungan Kalamisu Kanan merupakan satu-satunya sumber air atau irigasi untuk puluhan hektar lahan pertanian disaat memasuki musim tanam.

Hal itu diungkap Andi Rancing, petani Desa Baru yang turut bergotong royong memperbaiki saluran lantaran Bendungan Kalamisu, Kamis (10/12/2020).

Dengan nafas sedikit ngos-ngosan, dia menuturkan bahwa kerusakan media dan bendungan mencapai 30 meter. Untuk memperbaiki agar mengaliri lahan pertanian, dirinya bersama warga yang lain melakukan alternatif.

“Kami melakukan perbaikan bendungan tumbang dan bocor dengan menggunakan karung berisi pasir, supaya air masuk ke sawah. Ini kami lakukan setiap musim tanam tiba. Berharap dengan kondisi begini, ada perhatian lantaran pemerintah, ” harap Petta Anci, sapaannya.

Hal selaras juga disampaikan tokoh pemuda Kampung Baru, Satria Pairing. “Sangat disayangkan luput dari perhatian Pemkab Sinjai. Padahal Talentoa ini adalah satu diantara bendungan yang mengairi persawahan kira-kira 50 hektar dan lumbung padi yang ada di daerah Kecamatan Sinjai tengah, ” bebernya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sinjai melalui Kepala Tempat SDA, A. Syarifuddin yang dikonfirmasi perihal kerusakan bendungan mengaku, mau mengintruksikan dan melakukan peninjauan secepatnya di lokasi tersebut.

“Insya Allah tahun depan saya mencoba menganggarkan pekerjaan bronjong. Mudah-mudahan anggaran pemeliharaan sekarang ini, cukup untuk memperbaiki, ” ucapnya via telepon whatsApp.

Syarifuddin lantas menjelaskan, Bendungan Kalamisu Kiri merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, sedang Bendungan Kalamisu Kanan memang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Sinjai.

“Kalau buat perbaikannya tidak boleh dipermanenkan dan hanya bisa menggunakan bronjong, sebab Bendungan Kalamisu Kiri dibawahnya menyalurkan 2. 000 hektar, sehingga hanya pengarahan air yang bisa dilakukan, ” terangnya.