Berstatus Terpidana, Pendeta HL Dipindahkan ke Rutan Medaeng

Berstatus Terpidana, Pendeta HL Dipindahkan ke Rutan Medaeng

Surabaya, Akuratnews. com kepala Setelah resmi menjadi terpidana, Pendeta Hanny Layantara dipindahkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Surabaya di Medaeng, Jumat (2/10/20) sore.

Pemindahan pemimpin Jemaat Gereja Happy Family tersebut dilakukan 11 hari setelah ia divonis 10 tahun penjara oleh indah hakim di Pengadilan Negeri Surabaya, pada 21 September lalu.

Saat dikonfirmasi, Kepala Rutan Medaeng, Handanu membenarkan bahwa resi Hanny Layantara menjadi salah utama dari 110 tahanan yang dilimpahkan dari Polrestabes Surabaya.

“Betul hari ini kami dapat diantaranya yang bersangkutan (Hanny Layantara) ada dikirim ke rutan Medaeng, ungkap Handanu.

Handanu menjelaskan, nantinya Hanny dan para tahanan lainnya akan dikarantina selama 14 hari.

“Nantinya Hanny Layantara akan kita belakukan sama dengan tahanan lain. Hendak dikarantina terlebih dahulu di kelompok K selama 14 hari, ” terang Kalapas.

Dibanding pantauan akuratnews. com, mobil tahanan yang membawa Hanny, tiba pada Rutan Medaeng pada pukul 16. 10.

Alih-alih menghindari awak media, Hanny yang memakai rompi tahanan dan topi merah serta masker, tampak terburu-buru mendarat dari mobil, hingga menabrak aparat dan menjatuhkan berkas yang dipegang petugas.

Saat dalam lobby menunggu giliran masuk ke dalam Rutan, Hanny tampak membongkar-bongkar tempat di paling ujung, sambil terus tertunduk menyembunyikan wajahnya.

Sebelumnya, Hanny Layantara yang didakwa dengan pasal 82 UNDANG-UNDANG Nomor 23 tahun 2002 Mengenai perlindungan anak, divonis 10 tahun serta denda 100 juta subsider 6 bulan penjara. Vonis itu sesuai dengan tuntutan Jaksa Penggugat Umum.