Benar Perisai Nusantara Ingatkan Jokowi Bahana Soal Korupsi Bawahannya

Benar Perisai Nusantara Ingatkan Jokowi Bahana Soal Korupsi Bawahannya

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

AKURATNEWS – Sebanyak kasus korupsi yang melibatkan ring satu kekuasaan. Hingga yang terakhir Menteri Sosial yang terjerat kejadian Korupsi Bansos COVID-19 membuat serbuan perombakan kabinet kembali menguat.

Amanah Perisai Nusantara mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) buat mengambil langkah-langkah strategis dan taktis serta ketegasan dalam menangani peristiwa korupsi yang dilakukan para pembantunya.

Ketua Umum Benar Perisai Nusantara Ahmad Ahyar mengucapkan, popularitas Kabinet Indonesia Maju di periode kedua Presiden Joko Widodo telah rusak setelah ditangkapnya kandidat PDI Perjuangan tersebut.

“Masyarakat acapkali menyaksikan visi urusan Presiden terkadang tidak diimplementasikan dengan maksimal oleh para pembantunya, terutama para menteri yang minim “sense of social and politics”-nya” ujar Ahyar, Minggu 6 Desember 2020.

“Kami juga meminta agar Presiden Jokowi untuk lekas melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Maju” katanya.

Ahyar memperhitungkan tidak ada alasan lagi bagi Jokowi untuk tidak melakukan penataan didalam kabinetnya. Menurutnya pemerintahan Jokowi di tahun pertama pada masa kedua ini dinilai sangat buruk dibandingkan periode sebelumnya.

“Menteri-menteri ini hanya memberikan pikulan, untuk apa juga dipertahankan? ” tegasnya.

Terakhir secara kasus yang menjerat menteri sosial Juliari Batubara, ini merupakan salah satu contoh dari sekian menteri dengan merusak citra baik Jokowi pada mata rakyat.

“Kasus tertangkapnya menteri sosial juga bisa simpulkan bahwa Presiden tidak didengar oleh pembantunya sendiri, ” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan menghormati proses dasar yang tengah berjalan di KPK terkait penetapan Menteri Sosial Juliari P Batubara sebagai tersangka. Situasi tersebut disampaikannya di Istana Kepresidenan Bogor, 6 Desember 2020.

“Kita hormati proses kaidah yang tengah berjalan di KPK dan perlu juga saya sampaikan bahwa saya sudah ingatkan semenjak awal kepada para menteri Kabinet Indonesia Maju: Jangan korupsi! ” kata Presiden Jokowi.

Presiden juga menegaskan bahwa pejabat negara seharusnya menciptakan sistem dengan menutup celah terjadinya korupsi cantik untuk APBN maupun APBD daerah, kabupaten, dan kota.

“Itu uang rakyat, apalagi ini terkait dengan bansos, bantuan baik dalam rangka penanganan covid & pemulihan ekonomi nasional. Bansos itu sangat dibutuhkan untuk rakyat, ” tegas Presiden.

Pemimpin juga menegaskan tidak akan melindungi yang terlibat korupsi dan pemerintah akan terus konsisten mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi.

“Saya tidak akan menyembunyikan yang terlibat korupsi dan kita semuanya percaya KPK bekerja dengan transparan, secara terbuka, bekerja dengan baik, profesional, ” ucap Pemimpin.

Terkait dengan pemangku Menteri Sosial, Presiden Jokowi melahirkan dirinya akan menunjuk Menteri Pemimpin Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk melaksanakan tugas Menteri Sosial.