Bekas Pemred Playboy Indonesia Klaim Punya Wawancara Dengan HRS, Netizen: Bongkar!

Bekas Pemred Playboy Indonesia Klaim Punya Wawancara Dengan HRS, Netizen: Bongkar!

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Jakarta, Akuratnews. com – Jagat maya hari ini diramaikan oleh cuitan Twitter eks Pimpinan Redaksi (Pimred) Majalah Playboy Indonesia, Erwin Arnada.

Ia mengaku memiliki rekaman wawancara lamanya dengan Imam Besar Front Advokat Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS) yang belum pernah dipublikasikan hingga sekarang.

Erwin Arnanda di akun Twitter-nya, Minggu (20/12) menyebut rekaman wawancara dalam 2006 tersebut sebagai senjata spion. Hal ini kontan saja menyusun publik penasaran.

“Gue masih punya senjata rahasia nih. Playboy Indonesia wawancara rijik, awal 2006. Unpublished! Padahal dasar buat edisi perdana April 2006, ” tulis Erwin Arnanda di Twitternya.

“Karena berbagai pertimbangan, kesudahannya gue putuskan Pramoedya Ananta Toer sebagai ‘Playboy Interview’ edisi perdana, ” sambung Erwin seraya menyertakan foto kaset diduga berisi rekaman wawancara dengan Rizieq Shihab.

Lebih sendat, Erwin mengaku pernah mentranskrip rekaman itu pada 2008 lalu. Tetapi, file transkrip tersebut kini hilang.

“Ternyata telah juga nih transfer dari kaset ke digital. Butuh player buat putar kaset ini. Anak radio mungkin bisa bantu ya? Pernah transkrip tahun 2008 tapi filenya hilang, ” cakap Erwin lagi.

Cuitan Erwin yang mengklaim punya rekaman wawancara HRS dengan Playboy Indonesia ini dibanjiri berbagai komentar.

Tidak sedikit netizen mendesak Erwin membongkar isi rekaman yang diklaimnya sebagai hasil wawancara dengan HRS.

Share lah bang. Biar negeri ini gak ribut mulu gegara mengatasnamakan pegangan, ” ujar @_henz14.

Penasaran isinya apaan , ” balas @misterajie.

Sewajarnya sudah saatnya dipublikasikan , ” sahut @JSuanggi.

Untuk diketahui, FPI dan Playboy Indonesia sebelumnya sempat saling berhadapan lantaran FPI menolak penerbitan majalah tersebut. Mereka juga sempat meminta Playboy Indonesia menarik kembali edisi perdananya.