Bayar Kewajiban Lebih Awal, Kreditur IndoSterling Bersyukur

Bayar Kewajiban Lebih Awal, Kreditur IndoSterling Bersyukur

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Jakarta, Akuratnews. com – Sejumlah kreditur instrumen high yield promissory notes (HYPN) terbitan PT IndoSterling Optima Investa (IOI) bersyukur serta mengaku lega setelah menerima pembayaran lebih awal dari jadwal yang disepakati dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Sesuai diketahui, sejumlah 1. 108 kreditur instrumen HYPN terbitan IOI yang sempat terimbas lesunya perekonomian nasional akibat pandemi Covid-19 telah menerima pembayaran tahap I pada tanggal 1 hingga 4 Desember 2020.

“Alhamdulilah, ternyata pembayaran cicilan pertama dari IOI lulus lebih cepat. Tadinya dikatakan satu Maret 2020, eh saya satu Desember sudah terima dana cicilan pertama, ” ujar Yatimah, kreditur asal Malang, Rabu (23/12)

Hal senada diungkapkan Hana Priatna, kreditur berdomisili di DKI berusia 77 tahun.

“Lega banget saya tentang cicilan pertama yang maju tiga kamar. Ini berarti IOI tidak hendak kabur. Saat kreditor punya pertanyaan pun, selama ini dilayani dengan baik, ” ujarnya.

Serupa dengan Hana, Johanes Pangayoman, sesama kreditur asal DKI berusia 58 tahun yang menilai pembalasan yang lebih cepat dari rencana PKPU adalah kabar baik.

“Terutama bagi kreditur berumur lanjut ataupun yang sakit memperoleh skema khusus, ini pertanda baik!, ” tandasnya.

Rasa syukur juga diungkapkan kreditur berkedudukan Medan, Alice Mulyadi (42 tahun) yang menilai dimajukannya cicilan dibanding jadwal yang telah disepakati di PKPU merupakan wujud nyata kewajiban IOI melaksanakan kewajiban pada kreditornya.

Menurut Deasy Sutedja, Corporate Communications Director IndoSterling Group pembayaran dipercepat seiring membaiknya perihal ekonomi makro dan komitmen PT IndoSterling Optima Investa (IOI) buat tidak menunda kewajiban.

Untuk tahap berikutnya, lanjut Deasy, IndoSterling akan segera menjalankan pembalasan cicilan tahap 2 pada 4 Januari 2021 dilanjutkan tahap berikutnya pada 1 Februari 2021. Dengan dimulainya proses pembayaran menjadi bukti IOI telah menjalankan hal dengan telah disepakati.

Adapun dalam skema yang disetujui dalam proses PKPU, dana para kreditur akan dibayarkan dalam 4 had 7 tahun-tenon cicilan, yang mau dimulai dari Maret 2021 mematok Desember 2027. Di dalamnya tersedia 7 kelompok yang dihimpun oleh majelis hakim, mempertimbangkan jumlah investasi, umur kreditur, dan kondisi kesehatan tubuh kreditur.

Kasus IOI berawal dari penundaan pembayaran dan restrukturisasi untuk produk Indosterling High Yield Promissory Notes (HYPN). Produk tersebut menjanjikan imbal hasil 9-12% setiap tahunnya yang ditandai sebab kesepakatan dari pemegang dan penerbit.

Namun pandemi Covid-19 yang terjadi secara global sejak Februari 2020 membuat Indosterling terlambat memenuhi kewajiban yang dijanjikan kepada kredit. Saat itu, hal ini telah disampaikan melalui surat pemberitahuan kepada seluruh pemegang HYPN.

Dalam surat pemberitahuan pada seluruh pemegang HYPN, Direktur Indosterling Optima Investa William Henley membaca kontrak HYPN yang jatuh tempo terhitung sejak tanggal 1 April 2020-31 Desember 2020 akan diperpanjang secara otomatis untuk jangka waktu kontrak HYPN selama enam kamar.

Pembayaran kupon dengan biasa dilakukan setiap bulan kepada pemegang HYPN akan diperpanjang pula mengikuti penambahan jangka waktu investasi HYPN. Selain itu kontrak HYPN yang otomatis diperpanjang di tanggal 1 April 2020 sampai dengan 30 Juni 2020 dengan tenor 6 bulan, pada saat janji HYPN tersebut jatuh tempo pada tanggal 1 Oktober 2020 datang dengan 30 Desember 2020 maka akan otomatis diperpanjang lagi dengan tenor enam bulan.

Kontrak HYPN yang diperpanjang otomatis hanya akan diberikan bilyet serta lampiran jadwal pembayaran kupon pada setiap bulannya. Kemudian, dana baru (fresh fund) yang masuk mulai agenda 1 April 2020 dapat dicairkan pada saat kontrak HYPN tersebut jatuh tempo. Hal ini tak mengikuti aturan perpanjangan otomatis. Pemindahan dana baru ini akan diberikan Kontrak HYPN seperti biasa.

Namun sejumlah pemegang HYPN merasa tidak puas sehingga berujung pada proses hukum yang men kesepakatan permohonan penundaan kewajiban pembalasan utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dimana IOI hendak mulai melakukan pembayaran pada satu Maret 2021.