akbp-memo-ardian-beber-rangkaian-peristiwa-penangkapan-21-kg-sabu-1

AKBP Memo Ardian Beber Rangkaian Peristiwa Penangkapan 21 Kg Sabu

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Surabaya, Akuratnews. com – Kasat Res Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian mengungkapkan rangkaian peristiwa penangkapan 21 kilogram sabu dari tersangka Agus Hariyanto cs.

Saat dikonfirmasi melalui ponselnya, AKBP Memo Ardian menyatakan, bahwa pihaknya sudah melaksanakan penyidikan dan pemeriksaan secara prosedur dan profesional kepada tersangka dan perannya.

“Namun disini tersedia rangkaian peristiwa saat di penangkapan yang tidak diketahui rekan rekan (Media). Yang mana saat dilakukan penangkapan pangkal terhadap AH, tersangka RR tidak berada dalam utama tempat. Dan ditemukan bahan bukti koper berisi 10 bungkus Teh bertulisan China, ” terang Memo.

Dari penangkapan Agus Hariyanto, petugas mendapat isyarat adanya tersangka lain dengan sedang melakukan transaksi dalam salah satu kamar Hotel, sehingga dilakukan upaya penangkapan.

“Saat saya berupaya melakukan upaya interpretasi tersebut, dua tersangka MNC dan RR yang beruang dalam satu kamar, secara tiba tiba melakukan penyerbuan menggunakan senjata tajam kepada anggota kami, yang mengakibatkan luka dilengan dan kudu dilarikan ke rumah lara untuk mendapat perawatan, ” tambahnya lebih lanjut.

Karena mengancam kesejahteraan petugas, Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya mengaku terpaksa menyerahkan tindakan tegas, keras serta terukur setelah keduanya melalaikan tembakan peringatan petugas.

“Kami tidak menginginkan harus ada korban bagus dari pihak kami maupun tersangka. Namun karena telah membahayakan jiwa petugas, sebati Undang undang kami benar dengan terpaksa harus bertindak tegas, ” paparnya bertambah lanjut.

“Jadi kami bukan mau menekan barang bukti apalagi menghilangkan seperti yang diberitakan sebelumnya. Tapi sangat tidak benar bila barang bukti tersangka lain, menjadi tanggung pikiran tersangka lainnya, ” membuka Memo.

Memo juga menuturkan, bahwa kekejaman narkotika berbeda dengan kejelekan kriminal lainnya, dimana dalam sebuah kasus narkotika ada tersangka dan harus tersedia barang buktinya serta merembes dalam kejahatan lex spesialis.

“Dalam peradilan narkotika yang membedakan ayat 2 atau ayat satu kalau ayat 1 bb dibawah 5 gram serta 2 diatas 5 rencana, jadi tersangka tetap ana jerat dengan pasal sesuai dengan barang bukti yang dikuasai saat diamankan, ” Sambung Memo lebih lanjut.

Disinggung 11 Kg sabu yang dimusnahkan sebelum adanya putusan tentu dari pengadilan, Memo membaca bahwa pemusnahan tersebut harus melalui prosedur uji Laboratorium juga harus sepengetahuan jawatan terkait.

“Pemusnahan barang bukti harus melalui beberapa tahapan yang kudu dilalui dan dipertanggung jawabkan, yang melibatkan instansi terkait seperti BNN, Kejaksaan serta Pengadilan, ” pungkasnya.

Keterangan AKBP Memo Ardian tersebut, sekaligus membalas tudingan keanehan oleh Indonesia Police Watch (IPW) tempat barang bukti yang dipecah menjadi dua berkas dalam satu perkara.